Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

Semoga

tiap pagi
didekap sekecup cinta
dalam cangkir-cangkir teh yang tak henti beruap

mungkin mereka menghangat karena senyummu
begitu kata hatiku

dan disinilah kutitipkan memori indah
yang terekam sejak ku masih bocah dalam buaian
dan akan selalu menjadi tempat pulang
ketika kehidupan mulai letih akan pencarian

semoga


Rabu, 02 Mei 2012

Sepi

menjerang sebuah monolog usang
yang selalu ada tiap mentari pudar
tentang sebuah hari yang terpahat dari bingar sepi
bagaikan asap rokok murahan
yang ringan dan tak teraba
namun berbisa

tak jengah hati
berbincang sendiri
sebab bagimu ini mungkin tak berarti
dan dunia bisa jadi tak mengerti
bahwa sepi selalu menempati lorong tergelap sanubari

Sabtu, 28 April 2012

Secarik Sajak untuk Sang Pemimpi



Tidakkah kau jemu kawan?
Mencipta ilusi kosong yang menipu
dari kenyataan hidup yang jadi terasa getir
Bukankah kita hanya butuh sebuah sketsa,
bukan lukisan buram masa depan yang kau ukir dengan lamunan

Bahkan kau pun tahu hidup bukan tercipta dari semata mimpi
yang kau rangkai dalam diam
tiap kali kau lihat bayangan surga di tangan orang lain

Tak lelahkah kau menangisi bayang semu
yang terbuat dari kenangan dan cita-cita yang tak kunjung usai
Sebab hidup seringkali menjadi lebih pahit
bila kita tak pernah sejenak singgah pada kenyataan

Kita ini bukanlah pepohonan yang hidup dari jejak perjalanan musim
Manusia berakal mampu menyadari di bumi mana ia menapak
dan membangun kota-kota di atasnya
dari peluh, air mata, bahkan darah
Sebab kita percaya, dari sanalah kehidupan bermula

Tersenyumlah kawan,
dan bangunlah sayap bagi mimpi-mimpimu



Malang, 24 Januari 2012

Kamis, 14 Juli 2011

Bukan Soal Cinta

Dalam hati berbicara
Bukan soal cinta
Serapah bagi iblis buruk rupa

Itu hatiku
Akan kuambil dengan segala cara

Selasa, 07 Juni 2011

Doa Sebelum Tidur

Terima kasih kepadaMu yang mengajariku bercerita
pada langit malam
ketika kuserahkan seluruh lelah di peraduan

Biarkan malam menjadi perantara antara kita
ketika rinduku melayangkan curahan hati gulana
tentang mimpi dan kenyataan tadi siang
yang diakhiri harapku mohon ampun atas segala alpa dan salah

Semoga kaubersihkan kembali jiwaku yang belia
yang kerap luput karena kebodohan
dan luluh tersirap kebohongan dunia

Dan bila esok doaku kembali memulai hitungan hari
semoga berkenan kauajari aku makna kehidupan ini

Renungan Sang Abdi

Dalam kisruh palagan


Jatuh cinta pada keabadian

Selasa, 15 Maret 2011

Pagi 2

Kicau burung-burung
adalah preambule pagi
hari ini

Kurapati sejuk hari
identik dengan soililokui hati
yang merasai hening udara
dalam sunyi suara

Pagi ini
kusyukuri setiap tetes air mata embun
yang membasahi daun-daun
dan semilir angin pagi
meniupi gunung-gunung
yang menjulang anggun

Pagi ini
malaikat-malaikat mungkin tengah bercanda
sambil bertasbih kepadaNya

Minggu, 27 Februari 2011

Kala Hujan Turun

Kala hujan turun
kupandangi sepotong panorama langit
yang mengelabu dari biru
seperti kusamnya warna dingin dinding hatiku

dan air mata mengalir
bagai rintikan hujan yang tercurah pasrah
di dedaunan hijau dan merah

Kala hujan turun
aku terserak bisu bahasa
memandangi rinainya

ingin kusulam kuning mentari di sana
biar cahayanya yang keemasan bangkitkan asa
pun di hatiku
yang mengelam durja

Sabtu, 15 Januari 2011

Rindu Dendam

(untuk sahabat lama)

Aku rindu hari dimana rinai hujan mengikat kita jadi satu
mengiringi gelak tawa dan canda kita
dan kemilau mentari yang menyejukkan kasih

Kurindu saat-saat awan gelap gelayuti hari-hari
dimana segala selain kau seakan tak berarti
dan ketika selaksa kisah perlahan tercipta
bagi kita

Kini kurindu nada hati kita
yang dahulu kita bagi dan dendangkan bersama
Perlahan kulantunkan sajak sendu
Namun sepoi angin yang bertiup ragu-ragu
seakan tak mengerti makna duka itu

kini ku hanya berharap bersamamu
membunuh waktu
menepis gundah hati yang menjelma biru

Kamis, 13 Januari 2011

Sepucuk rindu

Sepucuk rindu
menusuk-nusuk jauh di lubuk hati
yang tengah menanti
sepenggal waktu yang tepat untuk berbagi sunyi
atau hingar bingar yang kini membunuhku dalam sepi

Hanya kuasa Tuhan kelak kuharapkan
yang berkuasa mutlak
atas takdirku kini dan nanti
agar dibelainya rinduku
yang kutanam hati-hati di belantara kalbu

Sepucuk rindu
masih tersarung rapi di kamar hatiku

Rabu, 05 Januari 2011

Rembulan

Pias rembulan
menggerus sunyi
menelan gundah beribu hati
sekali lahap
tak bersisa lagi

Menyimpan berjuta kenangan
keluh kesah dan pengharapan

Membelai perih
hingga fajar menjemput pagi

Selasa, 04 Januari 2011

Hujan

Hujan menitik
menetes ke bumi
tumpah ruah di kali-kali
lalu berakhir di lautan

Merinai di jalanan
di sawah dan ladang
berkecipak di kolam-kolam
dimana nyanyian katak mengalun doa
syukur semesta

Menjarum di ubun-ubun
lalu membasuh batin
menandai rencana-rencana manusia
dengan kuasa Tuhan

mengalir ke biji-bijian
bersama peri-peri meniup ruh di tumbuh-tumbuhan
bersama para malaikat
mendamaikan alam



Rabu, 22 Desember 2010

Kupu-kupu Merah

Seekor kupu-kupu merah terbang dalam mimpiku
sayapnya merona menuju langit biru
di alam bebas yang penuh bahaya
terbang lepas menggariskan tanya

Kupu-kupu merah itu
sendirian jelajahi cakrawala

Kuangkat tangan,
menangkap bayang-bayangnya

let her blush blinding the sun
fliying free for once
once though not forever

Ingin kupinjam merah sayapnya
tuk bangkit dan taklukkan dunia

let her blush blinding the sun
flying free for once
once though not forever

Hingga matahari menua
dan langit memerah senja
ia pun sampai di batas usia
namun sayap merahnya tertinggal di tanganku
meronai kebebasan dan keberanian di hatiku

let her blush blinding the sun
and the courage colouring the blue sky
flying free for once
once though not forever

Jumat, 17 Desember 2010

Untuk Teman-teman di Jalanan

Berhias sunyi
di tengah temaram kota
kau renda hari-hari

dengan sebuah kaleng mungil
dan peralatan seadanya
kau sambung usia
sehari-demi-sehari

masa depan tak menentu bagimu
entah bagaimana esok kau akhiri harimu
yang penuh derita
di tengah riuh canda dengan teman-teman sebaya

di tengah terpaan badai
harimu masih penuh tawa

sayang,
hanya lewat sekeping koin inilah
bisa kubagikan setetes kasih
bagimu

Lewat Apakah

Lewat waktu Tuhan mengajari kita
berbicara
lalu berbincang dengan semesta

Lewat usia Tuhan mengajari kita
mengenal suara
lalu belajar menulis dan membaca

Lewat manusiaTuhan mengajari kita
hitung-hitungan kalkulus dan aritmatika
bahan baku peradaban dunia

tinggal lewat apakah kini
kita bersyukur dan memuji
pemberian dan kebesaranNya?

Sebatang Pena

Sebatang pena
tengah kupaksa
membikin cerita

Tersurat soneta
berselimut metafora

Menulis isi hati
Berisi hikmah sehari-hari
biar tak hilang makna
oleh waktu yang menua

tapi kenapa penaku kini
hanya bisa terkulai tak berdaya?

Rindu

(Tuhanku)

Ada rindu kecil untukMu di tiap hariku

Menggelayut manja di sudut hati
Menghiasi tiap doa saban hari
Membuatku tepekur layu kala kudasari
aku dan Kau
mungkin terpisah berabad waktu

Ada rindu kecil untukMu di tiap hariku

Menjadi harap sederhana yang abadi
Tertaut di tiap laku yang mungkin Kau sukai
Buatku mereka-reka setiap kata, kebiasaan-kebiasaan kecil, dan gerak gerik hati
yang mungkin menarik hati dan perhatianMu
kepadaku

Ada rindu kecil
Kau pasti tahu
karena tak ada secuilpun dariku yang jadi rahasia antara kita
dan hanya satu tanya yang kulepas pada langit selewat senja
akankah Kau perkenankan
rinduku

Kamis, 02 Desember 2010

Aku, Kamu, Kita

Aku, kamu, kita

Dalam kehausan akan entah-ilmu-entah-materi
jelajahi negeri-negeri
kita preteli mulai ujung langit hingga isi bumi

Aku, kamu, kita

Mencari cinta
tak juga puas
Mencari harta
tak juga puas
lalu tahta
tak juga puas
bahkan diri sendiri semakin bias

Aku, kamu, kita

mau segala mau

mulai surya terlahir ke peradaban
hingga candra meraja malam
terumpan makna hingga berlian

padahal atas rindu
ada jawab
dalam sendu
ada harap

maka kuketuk pintu raja segala pencarian
meminta jawaban
ialah ia pelabuhan rinduku

Kamis, 28 Oktober 2010

Ajari Aku Mencintai

Ajari aku mencintai
setiap lekukan indah tubuh kehidupan

Ajari aku mencintai
langkah-langkah kecil anak-anak jalanan
pengemis yang meminta-minta di persimpangan
dan pedagang kecil yang menjajakan koran-koran

Ajari aku mencintai saja
karena pilu dunia
tak jua mau sirna

Jumat, 03 September 2010

Malam

Malam ini temaram
Disinar rembulan dan gemintang
Lembut sang bayu usap rambutku
Obati hati yang haru biru
Genggam jiwa yang meragu

O malam
Tlah kulewati satu babak hidupku
Setelah kulalui beribu hadimu
Dalam syahdu ruang dan waktu
Tlah kukatakan pada gemitang di langit sana
Sebuah mimpi tanpa suara
Mimpi yang rahasia

O malam
Mimpiku tak sampai ke bintang
Hingga air mata tandai dukaku
Syahdu malam larutkan sesal
Kerlipan bintang temani khayal
Tinggal ucap doa kulayangkan
Pada Tuhan yang genggam segala lara
Biar dia belai lukaku hingga hilang segala perih
Dalam gundah hati