Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Renungan Hari Ujian

Di saat seluruh usaha keras kita diuji kebenarannya
Itu disebut ujian

Ketika seluruh pemikiran yang kita curahkan diuji keakurantannya
Itu disebut ujian

Ketika beberapa penguji-penguji  “super” mengoreksi tiap tetesan keringat kita
Itu disebut ujian

Selama darah masih mengalir dan tugas kita di dunia belum berakhir
Ujian pasti datang bertubi-tubi

Untuk meluruskan langkah kita
Untuk memurnikan niat kita
Untuk menguji keikhlasan kita
Untuk menempa kekuatan kita

Namun, ternyata Tuhanlah penguji paling spesial
Di penjuru bumi dan langit
Dulu, saat ini, esok
Di tiap jengkal langkah kehidupan kita
Dan bahkan di tiap detik kehidupan di dunia ini
Suatu ujian yang mungkin perlu waktu seumur hidup kita untuk berhasil melewatinya


Dan satu yang perlu diingat,

“SEBESAR-BESARNYA DAN SESULIT-SULITNYA UJIAN, BERHASIL ATAUPUN GAGAL, KITA SELALU PUNYA KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI DIRI (a.k.a ujian tahap selanjutnya)” :-D 

Selasa, 29 Maret 2011

Kita Bahagia Bila...

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

(dudung.net)

Sabtu, 15 Januari 2011

Letak Kecantikan Wanita

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata
kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan
pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk
badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang
kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah
seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap
hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah
dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah
berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa
berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi,
jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda
sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu
ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan
terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin
mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri
anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan,
bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya.
Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang
dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap
hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada
kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan
penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan
kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

(by Luthfi Fauzi, www.mail-archieve.com)