Rabu, 02 Mei 2012

Sepi

menjerang sebuah monolog usang
yang selalu ada tiap mentari pudar
tentang sebuah hari yang terpahat dari bingar sepi
bagaikan asap rokok murahan
yang ringan dan tak teraba
namun berbisa

tak jengah hati
berbincang sendiri
sebab bagimu ini mungkin tak berarti
dan dunia bisa jadi tak mengerti
bahwa sepi selalu menempati lorong tergelap sanubari

2 komentar:

  1. di saat sepi itu tiba
    kuingin kau mengingatku
    sebutir debu tak berarti yang melayang tanpa henti

    karena debu ini pun menangis
    dikala melihatmu terbenam sepi



    * asek gak fa? kyahahahahahaha ---> amatir

    BalasHapus