terperangkap imagi
dalam larik-larik sepi jiwa
dan sang makna pun meronta
membisu dalam untaian kata
Kamis, 14 Juli 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
Jengah
Terdiam aku dalam detik-detik jam
Menghitung waktu yang tersisa hingga tiba masanya
aku keluar dari segala bohong dan pura-pura
Menunggu, sambil pura-pura menamati suara
Menunggu, sambil pura-pura mendadahi rupa
Padahal aku yang asli
tengah bersemedi
melawan jengah yang tak terampun-ampun lagi
Dan kini,
menumpang detak jantung waktu
kumamah penantianku
(Suatu sore mendung
saat mata kuliah struktur data)
Menghitung waktu yang tersisa hingga tiba masanya
aku keluar dari segala bohong dan pura-pura
Menunggu, sambil pura-pura menamati suara
Menunggu, sambil pura-pura mendadahi rupa
Padahal aku yang asli
tengah bersemedi
melawan jengah yang tak terampun-ampun lagi
Dan kini,
menumpang detak jantung waktu
kumamah penantianku
(Suatu sore mendung
saat mata kuliah struktur data)
Selasa, 07 Juni 2011
Doa Sebelum Tidur
Terima kasih kepadaMu yang mengajariku bercerita
pada langit malam
ketika kuserahkan seluruh lelah di peraduan
Biarkan malam menjadi perantara antara kita
ketika rinduku melayangkan curahan hati gulana
tentang mimpi dan kenyataan tadi siang
yang diakhiri harapku mohon ampun atas segala alpa dan salah
Semoga kaubersihkan kembali jiwaku yang belia
yang kerap luput karena kebodohan
dan luluh tersirap kebohongan dunia
Dan bila esok doaku kembali memulai hitungan hari
semoga berkenan kauajari aku makna kehidupan ini
pada langit malam
ketika kuserahkan seluruh lelah di peraduan
Biarkan malam menjadi perantara antara kita
ketika rinduku melayangkan curahan hati gulana
tentang mimpi dan kenyataan tadi siang
yang diakhiri harapku mohon ampun atas segala alpa dan salah
Semoga kaubersihkan kembali jiwaku yang belia
yang kerap luput karena kebodohan
dan luluh tersirap kebohongan dunia
Dan bila esok doaku kembali memulai hitungan hari
semoga berkenan kauajari aku makna kehidupan ini
Senin, 06 Juni 2011
Berserah pada Malam
malam ini kuletakkan beribu beban
muatan punggung bungkukku yang sedemikian tererosi
gelombang waktu di cawan kehidupan
teronggok
pun berserah pada malam
ada haru
tiap kurasa sejuknya tanganMu yang Maha Pengasih
sudahi lara biru
Selasa, 29 Maret 2011
Kita Bahagia Bila...
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.
Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
(dudung.net)
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.
Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
(dudung.net)
Selasa, 15 Maret 2011
Pagi 2
Kicau burung-burung
adalah preambule pagi
hari ini
Kurapati sejuk hari
identik dengan soililokui hati
yang merasai hening udara
dalam sunyi suara
Pagi ini
kusyukuri setiap tetes air mata embun
yang membasahi daun-daun
dan semilir angin pagi
meniupi gunung-gunung
yang menjulang anggun
Pagi ini
malaikat-malaikat mungkin tengah bercanda
sambil bertasbih kepadaNya
adalah preambule pagi
hari ini
Kurapati sejuk hari
identik dengan soililokui hati
yang merasai hening udara
dalam sunyi suara
Pagi ini
kusyukuri setiap tetes air mata embun
yang membasahi daun-daun
dan semilir angin pagi
meniupi gunung-gunung
yang menjulang anggun
Pagi ini
malaikat-malaikat mungkin tengah bercanda
sambil bertasbih kepadaNya
Langganan:
Postingan (Atom)
