(Tuhanku)
Ada rindu kecil untukMu di tiap hariku
Menggelayut manja di sudut hati
Menghiasi tiap doa saban hari
Membuatku tepekur layu kala kudasari
aku dan Kau
mungkin terpisah berabad waktu
Ada rindu kecil untukMu di tiap hariku
Menjadi harap sederhana yang abadi
Tertaut di tiap laku yang mungkin Kau sukai
Buatku mereka-reka setiap kata, kebiasaan-kebiasaan kecil, dan gerak gerik hati
yang mungkin menarik hati dan perhatianMu
kepadaku
Ada rindu kecil
Kau pasti tahu
karena tak ada secuilpun dariku yang jadi rahasia antara kita
dan hanya satu tanya yang kulepas pada langit selewat senja
akankah Kau perkenankan
rinduku
Jumat, 17 Desember 2010
Kamis, 02 Desember 2010
Aku, Kamu, Kita
Aku, kamu, kita
Dalam kehausan akan entah-ilmu-entah-materi
jelajahi negeri-negeri
kita preteli mulai ujung langit hingga isi bumi
Aku, kamu, kita
Mencari cinta
tak juga puas
Mencari harta
tak juga puas
lalu tahta
tak juga puas
bahkan diri sendiri semakin bias
Aku, kamu, kita
mau segala mau
mulai surya terlahir ke peradaban
hingga candra meraja malam
terumpan makna hingga berlian
padahal atas rindu
ada jawab
dalam sendu
ada harap
maka kuketuk pintu raja segala pencarian
meminta jawaban
ialah ia pelabuhan rinduku
Dalam kehausan akan entah-ilmu-entah-materi
jelajahi negeri-negeri
kita preteli mulai ujung langit hingga isi bumi
Aku, kamu, kita
Mencari cinta
tak juga puas
Mencari harta
tak juga puas
lalu tahta
tak juga puas
bahkan diri sendiri semakin bias
Aku, kamu, kita
mau segala mau
mulai surya terlahir ke peradaban
hingga candra meraja malam
terumpan makna hingga berlian
padahal atas rindu
ada jawab
dalam sendu
ada harap
maka kuketuk pintu raja segala pencarian
meminta jawaban
ialah ia pelabuhan rinduku
Kamis, 28 Oktober 2010
Ajari Aku Mencintai
Ajari aku mencintai
setiap lekukan indah tubuh kehidupan
Ajari aku mencintai
langkah-langkah kecil anak-anak jalanan
pengemis yang meminta-minta di persimpangan
dan pedagang kecil yang menjajakan koran-koran
Ajari aku mencintai saja
karena pilu dunia
tak jua mau sirna
setiap lekukan indah tubuh kehidupan
Ajari aku mencintai
langkah-langkah kecil anak-anak jalanan
pengemis yang meminta-minta di persimpangan
dan pedagang kecil yang menjajakan koran-koran
Ajari aku mencintai saja
karena pilu dunia
tak jua mau sirna
Jumat, 03 September 2010
Malam
Malam ini temaram
Disinar rembulan dan gemintang
Lembut sang bayu usap rambutku
Obati hati yang haru biru
Genggam jiwa yang meragu
O malam
Tlah kulewati satu babak hidupku
Setelah kulalui beribu hadimu
Dalam syahdu ruang dan waktu
Tlah kukatakan pada gemitang di langit sana
Sebuah mimpi tanpa suara
Mimpi yang rahasia
O malam
Mimpiku tak sampai ke bintang
Hingga air mata tandai dukaku
Syahdu malam larutkan sesal
Kerlipan bintang temani khayal
Tinggal ucap doa kulayangkan
Pada Tuhan yang genggam segala lara
Biar dia belai lukaku hingga hilang segala perih
Dalam gundah hati
Disinar rembulan dan gemintang
Lembut sang bayu usap rambutku
Obati hati yang haru biru
Genggam jiwa yang meragu
O malam
Tlah kulewati satu babak hidupku
Setelah kulalui beribu hadimu
Dalam syahdu ruang dan waktu
Tlah kukatakan pada gemitang di langit sana
Sebuah mimpi tanpa suara
Mimpi yang rahasia
O malam
Mimpiku tak sampai ke bintang
Hingga air mata tandai dukaku
Syahdu malam larutkan sesal
Kerlipan bintang temani khayal
Tinggal ucap doa kulayangkan
Pada Tuhan yang genggam segala lara
Biar dia belai lukaku hingga hilang segala perih
Dalam gundah hati
Sabtu, 28 Agustus 2010
Merenungi Sepi
Dalam setiap pergumulan
sepi gemuruh berdentam-dentam
dan sunyi menggigit temaram bulan
Malamku berhias pias gemintang
dengan lembut sang bayu ia berkawan
sepi menggema
sunyi meraja
Hanya si bijak tahu makanannya tiap kesepian
berharga ribuan filsafat maknawi
dengan restu semesta ia berdiri
sepi gemuruh berdentam-dentam
dan sunyi menggigit temaram bulan
Malamku berhias pias gemintang
dengan lembut sang bayu ia berkawan
sepi menggema
sunyi meraja
Hanya si bijak tahu makanannya tiap kesepian
berharga ribuan filsafat maknawi
dengan restu semesta ia berdiri
Selasa, 24 Agustus 2010
Bahagia Tak Bersyarat
Sebuah perjalanan terbentang
di antara senyap waktu dan gigil malam
menjelma seuntai pencarian
jati diri, materi, dan kebahagiaan
Ku menari dalam orkestrasi gerimis
menitik merinai
berdansa dengan selaksa angan renta
mencari esensi bahagia
hingga tiba insyaf diri
semua hanyalah soal persepsi
Dan aku pun terlelap
dalam dekapan bahagia tak bersyarat
di antara senyap waktu dan gigil malam
menjelma seuntai pencarian
jati diri, materi, dan kebahagiaan
Ku menari dalam orkestrasi gerimis
menitik merinai
berdansa dengan selaksa angan renta
mencari esensi bahagia
hingga tiba insyaf diri
semua hanyalah soal persepsi
Dan aku pun terlelap
dalam dekapan bahagia tak bersyarat
Anak Jalanan
Kami bernyanyi di tengah getirnya hari
sebuah lagu mayar, dengan suara sumbang
Adakah Tuan tahu isi hati kami
ketika kami pandang kosongnya kaleng pendapatan hari ini,
dan ketika kami nikmati keroncongan perut kami yang lapar
Adakah Tuan dengar?
Kaki-kaki kami terpaksa bertarung dengan takdir
Walau kami rasa betapa buas kerikil-kerikil dan pasir
yang seakan ditebarkan Tuhan ke jalan kami
diantara mimpi, mimpi lagi,
dan mimpi lagi
Kapankah dapat kami nikmati indahnya hari?
Kapankah kami bisa berhenti bermimpi?
Tak inginkan Tuan bangunkan kami dari tidur panjang ini,
dan perlihatkan manisnya dunia
Bukankah kami anakmu jua?
sebuah lagu mayar, dengan suara sumbang
Adakah Tuan tahu isi hati kami
ketika kami pandang kosongnya kaleng pendapatan hari ini,
dan ketika kami nikmati keroncongan perut kami yang lapar
Adakah Tuan dengar?
Kaki-kaki kami terpaksa bertarung dengan takdir
Walau kami rasa betapa buas kerikil-kerikil dan pasir
yang seakan ditebarkan Tuhan ke jalan kami
diantara mimpi, mimpi lagi,
dan mimpi lagi
Kapankah dapat kami nikmati indahnya hari?
Kapankah kami bisa berhenti bermimpi?
Tak inginkan Tuan bangunkan kami dari tidur panjang ini,
dan perlihatkan manisnya dunia
Bukankah kami anakmu jua?
Langganan:
Postingan (Atom)