Terima kasih kepadaMu yang mengajariku bercerita
pada langit malam
ketika kuserahkan seluruh lelah di peraduan
Biarkan malam menjadi perantara antara kita
ketika rinduku melayangkan curahan hati gulana
tentang mimpi dan kenyataan tadi siang
yang diakhiri harapku mohon ampun atas segala alpa dan salah
Semoga kaubersihkan kembali jiwaku yang belia
yang kerap luput karena kebodohan
dan luluh tersirap kebohongan dunia
Dan bila esok doaku kembali memulai hitungan hari
semoga berkenan kauajari aku makna kehidupan ini
Selasa, 07 Juni 2011
Senin, 06 Juni 2011
Berserah pada Malam
malam ini kuletakkan beribu beban
muatan punggung bungkukku yang sedemikian tererosi
gelombang waktu di cawan kehidupan
teronggok
pun berserah pada malam
ada haru
tiap kurasa sejuknya tanganMu yang Maha Pengasih
sudahi lara biru
Selasa, 29 Maret 2011
Kita Bahagia Bila...
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.
Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
(dudung.net)
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.
Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
(dudung.net)
Selasa, 15 Maret 2011
Pagi 2
Kicau burung-burung
adalah preambule pagi
hari ini
Kurapati sejuk hari
identik dengan soililokui hati
yang merasai hening udara
dalam sunyi suara
Pagi ini
kusyukuri setiap tetes air mata embun
yang membasahi daun-daun
dan semilir angin pagi
meniupi gunung-gunung
yang menjulang anggun
Pagi ini
malaikat-malaikat mungkin tengah bercanda
sambil bertasbih kepadaNya
adalah preambule pagi
hari ini
Kurapati sejuk hari
identik dengan soililokui hati
yang merasai hening udara
dalam sunyi suara
Pagi ini
kusyukuri setiap tetes air mata embun
yang membasahi daun-daun
dan semilir angin pagi
meniupi gunung-gunung
yang menjulang anggun
Pagi ini
malaikat-malaikat mungkin tengah bercanda
sambil bertasbih kepadaNya
Minggu, 27 Februari 2011
Kala Hujan Turun
Kala hujan turun
kupandangi sepotong panorama langit
yang mengelabu dari biru
seperti kusamnya warna dingin dinding hatiku
dan air mata mengalir
bagai rintikan hujan yang tercurah pasrah
di dedaunan hijau dan merah
Kala hujan turun
aku terserak bisu bahasa
memandangi rinainya
ingin kusulam kuning mentari di sana
biar cahayanya yang keemasan bangkitkan asa
pun di hatiku
yang mengelam durja
kupandangi sepotong panorama langit
yang mengelabu dari biru
seperti kusamnya warna dingin dinding hatiku
dan air mata mengalir
bagai rintikan hujan yang tercurah pasrah
di dedaunan hijau dan merah
Kala hujan turun
aku terserak bisu bahasa
memandangi rinainya
ingin kusulam kuning mentari di sana
biar cahayanya yang keemasan bangkitkan asa
pun di hatiku
yang mengelam durja
Rabu, 19 Januari 2011
Isi Hati
Setelah hingar bingar keremajaan kita
mungkin inilah saatnya jadi dewasa
Biar pun kau pergi
aku akan tetap teguh di sini
membangun kastil hatiku
dari batu-batu kekuatan dan kebijaksanaan
hingga ia kuat berdiri
menaungi langkahku dengan berani
Setelah waktu yang kita lalui bersama
(walaupun waktu-waktu terindah kerap disisipi hari-hari duka.
saat kita mulai egois dan bertengkar layaknya kanak-kanak)
perpisahan ini sungguh berat terasa
sayangnya ia tetap harus kita lalui
biar sempurna perjalanan ini
Sesungguhnya derai air mata
mengiringi perpisahan kita
(biarpun kututupi dengan barusaha menyibukkan diri)
Namun waktu yang terus berputar
seakan hanya mau tau bahwa kita sedang menjadi seorang yang tegar
dan semakin dewasa
Maafkan aku atas segala salah
yang dulu menyakitimu
Semoga hanya kenangan terindahlah yang tersisa
di memori untuk kita kenang nanti
mungkin inilah saatnya jadi dewasa
Biar pun kau pergi
aku akan tetap teguh di sini
membangun kastil hatiku
dari batu-batu kekuatan dan kebijaksanaan
hingga ia kuat berdiri
menaungi langkahku dengan berani
Setelah waktu yang kita lalui bersama
(walaupun waktu-waktu terindah kerap disisipi hari-hari duka.
saat kita mulai egois dan bertengkar layaknya kanak-kanak)
perpisahan ini sungguh berat terasa
sayangnya ia tetap harus kita lalui
biar sempurna perjalanan ini
Sesungguhnya derai air mata
mengiringi perpisahan kita
(biarpun kututupi dengan barusaha menyibukkan diri)
Namun waktu yang terus berputar
seakan hanya mau tau bahwa kita sedang menjadi seorang yang tegar
dan semakin dewasa
Maafkan aku atas segala salah
yang dulu menyakitimu
Semoga hanya kenangan terindahlah yang tersisa
di memori untuk kita kenang nanti
Langganan:
Postingan (Atom)
